| Sharing Session “Swasembada Energi Menuju Kedaulatan Bangsa” digelar SindoNews dan Pertamina Hulu Energi di Jakarta, Kamis (18/9/2025). (Foto: Selvi Anitha Lestari) |
Hal ini disampaikan oleh VP D&P Technical Excellence & Coordination Pertamina Hulu Energi, Devalina Puspita Dewi, dalam acara Sharing Session “Swasembada Energi Menuju Kedaulatan Bangsa” yang digelar di MNC Conference Hall, Jakarta, Kamis (18/9/2025).
Menurut Devalina, teknologi CCUS menjadi peluang bisnis baru bagi Pertamina sekaligus langkah strategis dalam mendukung pencapaian target net zero emission. “Carbon offset merupakan salah satu cara menuju net zero emission. Pertamina berkomitmen melakukan bisnis yang terintegrasi untuk mendukung ketahanan energi sekaligus menjaga keberlanjutan produksi,” jelasnya.
Ia menambahkan, tantangan besar yang dihadapi saat ini adalah dominasi lapangan tua dalam portofolio produksi migas nasional. Sekitar 80 persen lapangan Pertamina masuk kategori lapangan tua, sehingga dibutuhkan upaya ekstra dalam menjaga kestabilan produksi.
“Tidak mudah, karena sebagian besar lapangan kita sudah tua. Namun, Pertamina terus berupaya menemukan cadangan baru baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Di sisi lain, lapangan tua tetap dioptimalkan agar kontribusinya maksimal,” ujarnya.
Selain mengandalkan inovasi teknologi, Devalina menyebut dukungan regulasi dan insentif pemerintah sangat berperan untuk mendorong proyek-proyek migas agar lebih ekonomis dan berkelanjutan. “Tahun ini dan tahun lalu, pemerintah banyak memberikan insentif sehingga proyek bisa berjalan dan menghasilkan produksi,” katanya.
Dengan kombinasi strategi teknologi, eksplorasi, dan dukungan kebijakan, Pertamina Hulu Energi optimistis mampu berkontribusi signifikan terhadap kedaulatan energi nasional sekaligus mendukung pencapaian swasembada energi yang telah dicanangkan pemerintah.