Mengurai Clickbait: Dari Ciri-Ciri hingga Dampak Negatifnya

Ilustrasi membuat kerangka saat menulis artikel/Freepik.com



narastaari.com, Depok -  “Ngeri! Ojol Ini Ketahuan Maling HP, Warga: Bakar Aja!” adalah contoh judul clickbait yang tidak hanya memancing rasa penasaran pembaca, tetapi juga berpotensi menyebarkan hoaks yang dapat merusak kepercayaan dan memicu konflik sosial. 

Fenomena clickbait dan penyebaran misinformasi ini semakin marak seiring dengan perkembangan media online dan pengguna internet yang terus meningkat.

Berdasarkan data Komdigi yang dirilis pada 8 Januari 2025, sepanjang tahun 2024 ditemukan
sebanyak 1.923 konten hoaks yang tersebar luas di berbagai platform digital, membuktikan bahwa
jebakan informasi palsu masih sangat efektif menjangkau publik.

Ciri-Ciri Clickbait yang Perlu Diwaspadai

Clickbait adalah strategi penulisan judul atau konten yang dibuat untuk menarik perhatian sebanyak mungkin klik, tanpa memperhatikan akurasi isi atau kebenaran informasi. Biasanya, ciri-ciri clickbait mudah dikenali karena mengandung unsur berikut:
  • Gaya sensasional
Judul yang berlebihan dan menggiring emosi, misalnya:
“Ngeri! Cewek Ini Hampir Kehilangan Hidung Gara-Gara Skincare Abal-Abal!”
Frasa tersebut menggunakan kata “ngeri” dan cerita yang dramatis untuk memancing reaksi
emosional pembaca.
  • Kalimat tanya yang menggantung
Judul yang memancing rasa penasaran tanpa memberikan jawaban langsung,
“Benarkah Minum Kopi Bisa Bikin Kulit Cepat Keriput?”
Ini membuat pembaca ingin mengklik artikel untuk mendapat “jawaban”, meski isi beritanya
bisa jadi tidak relevan atau palsu.
  • Penggunaan kata seru atau interjeksi yang berlebihan
“Wow! Inilah Rahasia Artis Tetap Awet Muda Tanpa Operasi!”
Kata seru “wow” dan janji rahasia membuat pembaca tergoda untuk mengklik.

Selain itu, clickbait sering kali menggunakan bahasa yang provokatif, berlebihan, dan dramatis untuk membuat judul semakin menarik dan sulit diabaikan.

Sayangnya, isi artikel di balik judul clickbait ini sering kali mengecewakan, karena tidak sesuai dengan janji yang dibangun oleh judulnya. Hal ini menyebabkan pembaca merasa tertipu dan akhirnya tidak percaya lagi dengan sumber informasi tersebut.

Dampak Buruk Clickbait dan Penyebaran Hoaks

Fenomena clickbait tidak bisa dianggap remeh karena berpotensi membawa dampak serius bagi masyarakat. Selain memanipulasi rasa penasaran, clickbait juga sering menjadi pintu masuk bagi penyebaran hoaks yang bisa menimbulkan kerugian nyata.

Mengikis kepercayaan publik
Ketika banyak judul yang menjanjikan informasi penting ternyata berisi konten palsu atau
menyesatkan, masyarakat mulai meragukan kredibilitas media daring dan platform informasi. Ini juga berdampak pada menurunnya kepercayaan pada informasi yang sebenarnya valid dan penting.

Memicu konflik sosial
Judul-judul yang provokatif dan penuh kebencian bisa menyebabkan salah paham, permusuhan, hingga konflik antar kelompok masyarakat. Contohnya, berita palsu yang memojokkan kelompok tertentu bisa menimbulkan kebencian yang meluas.

Membuat pembaca terjebak dalam misinformasi
Dengan menyebarkan informasi yang tidak akurat, clickbait dan hoaks membentuk opini publik berdasarkan fakta yang salah, sehingga masyarakat mengambil keputusan atau berperilaku yang keliru.

Oleh karena itu, sebagai penulis yang bertanggung jawab, kita harus mengatakan "tidak untuk
clickbait". Menerapkan kaidah penulisan online yang baik dan benar adalah kunci untuk membangun kredibilitas serta memberikan pengalaman membaca yang nyaman dan bermanfaat bagi audiens.

narasi lestari

Halo, pembaca. Perkenalkan, saya Selvi Anitha Lestari, mahasiswa Program Studi Jurnalistik di Politeknik Negeri Jakarta. Melalui blog Narastari, saya berupaya menyajikan informasi yang terkini, akurat, dan bernilai bagi pembaca. Apabila Anda menyukai tulisan-tulisan di blog ini, jangan ragu untuk mengikuti saya. Selamat menikmati bacaan Anda.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama