Adu Kreativitas: Figma vs Canva untuk Desain Masa Kini

Ilustrasi perbandingan antara software edit Canva dan Figma/Selvi Anitha Lestari


narastaari.com, Depok - Figma dan Canva adalah dua platform desain populer yang banyak digunakan, baik oleh profesional maupun pemula. Keduanya sama-sama menawarkan kemudahan, namun memiliki fokus dan keunggulan yang berbeda. Dengan memahami karakteristik masing-masing, Anda dapat menentukan platform mana yang lebih sesuai dengan kebutuhan.

1. Area Kerja dan Frame

  • Figma: Menggunakan sistem Frame, di mana pengguna dapat membuat layar kerja sebanyak mungkin dalam satu file. Fitur ini sangat berguna untuk mengatur berbagai variasi desain atau tampilan aplikasi.

  • Canva: Menyediakan fitur Whiteboard dan Page, namun pengguna sering merasa kurang fleksibel ketika ingin membuat frame dalam jumlah banyak. Canva lebih cocok digunakan untuk desain satuan atau dokumen dengan urutan halaman.

2. Koleksi Elemen

  • Canva: Dikenal dengan koleksi Elements yang sangat beragam, mulai dari ikon, ilustrasi, hingga stiker animasi. Sebagian besar dapat digunakan gratis, namun elemen premium hanya tersedia untuk pengguna Canva Pro.

  • Figma: Lebih terbatas dalam hal elemen bawaan. Biasanya hanya tersedia ikon sederhana, sementara foto atau ilustrasi harus diimpor dari sumber eksternal. Meski begitu, Figma menyediakan akses ke Community yang memungkinkan pengguna mengunduh template dan aset buatan orang lain.

3. Kolaborasi

  • Figma: Salah satu keunggulannya adalah kolaborasi real-time. Beberapa orang dapat mengedit file yang sama sekaligus, sehingga sangat efisien untuk kerja tim.

  • Canva: Juga mendukung kolaborasi, namun lebih sederhana. Fitur berbagi tautan dan edit bersama cocok untuk tim kecil atau pekerjaan yang sifatnya cepat.

4. Kegunaan Utama

  • Figma: Dirancang terutama untuk UI/UX design, prototyping, dan proyek yang membutuhkan detail teknis.

  • Canva: Lebih fokus pada desain grafis instan, seperti poster, konten media sosial, presentasi, hingga materi pemasaran.

Figma unggul dalam fleksibilitas area kerja, frame, dan kolaborasi real-time, sehingga cocok bagi desainer yang ingin kontrol penuh atas detail desain. Sementara itu, Canva lebih menonjol dalam koleksi elemen, kemudahan penggunaan, serta kecepatan menghasilkan desain yang menarik.

Pilihan akhirnya ada di tangan Anda: apakah membutuhkan ruang eksplorasi kreatif yang luas, atau solusi praktis yang langsung siap pakai?

narasi lestari

Halo, pembaca. Perkenalkan, saya Selvi Anitha Lestari, mahasiswa Program Studi Jurnalistik di Politeknik Negeri Jakarta. Melalui blog Narastari, saya berupaya menyajikan informasi yang terkini, akurat, dan bernilai bagi pembaca. Apabila Anda menyukai tulisan-tulisan di blog ini, jangan ragu untuk mengikuti saya. Selamat menikmati bacaan Anda.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama