Korban pertama kali ditemukan pada Rabu (17/9/2025) oleh seorang pengunjung yang tengah berwisata ke Curug Seribu. Saat ditemukan, posisi tubuh korban dalam keadaan berdiri dengan setengah badan masuk ke lobang serta tertimbun pasir, batu, dan kayu.
Tim Basarnas Jakarta menerima laporan resmi dari pihak desa dan kecamatan pada Rabu pagi (17/9) sekitar pukul 04.48 WIB. Sejak itu, operasi pencarian dan evakuasi dilakukan dengan membagi tim ke beberapa sektor.
Namun, upaya evakuasi hari pertama gagal. Kondisi medan yang terjal ditambah hujan deras membuat debit air meningkat sehingga korban tidak dapat segera diangkat. “Evakuasi terpaksa dihentikan karena cuaca. Korban sempat diikat agar tidak hanyut terbawa arus,” kata Kepala Kantor SAR Jakarta melalui keterangan resmi.
Proses evakuasi dilanjutkan pada Kamis (18/9). Dengan bantuan tandu, tali, hingga peralatan penyelaman, tim SAR gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi korban yang sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Identitas Aep dipastikan setelah pihak keluarga datang ke lokasi dan mengenali ciri-ciri pada tubuh korban. “Keluarga memastikan itu benar Aep, ada tanda di jari dan tangan yang terkena golok,” ujar pihak SAR.
Basarnas menjelaskan, Aep diduga terpeleset saat menyeberangi aliran sungai di kawasan Curug Seribu hingga akhirnya terseret dan terjebak di bawah bebatuan.